LABUHANBATU , kodim0209labuhanbatu – Ribuan warga memadati Panai Hilir. Danramil 03/SB Mayor Inf Chrisman Limbong, S.I.P mewakili Dandim 0209/LB bersama Babinsa Serda J. Sitohang menghadiri puncak peringatan HUT Dewa Tie Hu Ong Ya dan Tradisi Bakar Tongkang di Vihara Buddha Santhi, Jl. J.A. Yani, Kel. Sei Berombang, Kec. Panai Hilir, Jumat (07/08/2026).

Acara sakral dimulai pukul 14.20 WIB dengan arak-arakan replika tongkang dari Vihara Buddha Santhi menuju lokasi pembakaran di Sumbertani, Desa Sei Sanggul. Sepanjang Jalan Jendral Ahmad Yani dipenuhi warga etnis Tionghoa dan masyarakat setempat. Puncak pembakaran berlangsung pukul 15.30 WIB dan disaksikan ± 3.000 orang. Hadir Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.KM, Wakil Bupati H. Jamri, ST, Anggota DPRD Provsu Edy Susanto, S.T, Plt Camat Panai Hilir Erwin H. Pardede, S.E, Danpos AL Kpt (L) B. Tampubolon, Kapolsek Panai Hilir Iptu Yuna H. Gultom, S.H., M.M, dan tokoh masyarakat Alaiamin.

Prosesi pembakaran tongkang pada pukul 15.45 WIB menjadi simbol pelepasan energi negatif, tolak bala, serta doa untuk rezeki dan keberkahan setahun ke depan. Tepuk tangan dan sorak riuh mengiringi api yang membakar tongkang. Sebelumnya, rombongan Bupati dan Wakil Bupati juga melaksanakan silaturahmi dan makan siang bersama tokoh masyarakat Tionghoa di aula Kantor Camat Panai Hilir sebagai wujud keharmonisan.Pengamanan berjalan optimal berkat sinergi TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, dan panitia.

Mayor Inf Chrisman Limbong, S.I.P memastikan seluruh titik rawan, jalur arak-arakan, area parkir dan keramaian dijaga ketat sejak pagi. “Kami dari Koramil 03/SB bersama Polsek Panai Hilir, Pemda dan panitia berkomitmen penuh mengawal budaya. Alhamdulillah sinergitas sangat solid. Pengaturan arus lalu lintas dan pengendalian massa berjalan optimal. Tidak ada gangguan kamtibmas dan tidak ada kejadian menonjol,” ujarnya.
Di tenpat terpisah , Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang aman dan tertib. “Tradisi Bakar Tongkang adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Festival ini bukan hanya ritual, tetapi juga media pelestarian budaya dan penguat kerukunan antar umat beragama serta antaretnis. TNI akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat dan hadir untuk memastikan keamanan serta kondusivitas wilayah,” tegas Dandim. Seluruh rangkaian resmi ditutup pukul 16.30 WIB dengan aman, tertib dan penuh semangat persatuan. ( Pendim 0209 )

